Kamis, 14-05-2026
  • Menuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan Islami
  • Menuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan IslamiMenuju Madrasah Unggul dan Islami

Biografi KH. Moh. Arsyad Daud Langgoso Pendiri Yayasan At-Taqwa Maumere

Diterbitkan : - Kategori : madrasah

Sosok KH. Moh. Arsyad Daud Langgoso bukan sekadar bagian dari sejarah Maumere dan Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur, tetapi jejak perjuangan seorang ulama yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, dakwah, dan kemanusiaan di Timur Nusantara.

Di tanah Bugis beliau lahir pada Hari Selasa, Januari 1930 di Desa Ancu, Kajuara Bone. Oleh Pamannya KH. Muh. Ramli (Pendiri Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan) Ia dibawa belajar ilmu agama Islam di Ponpes As’adiyah Sengkang (1939-1945) yang dibimbing langsung oleh AGH M. As’ad, lalu melanjutkan pendidikannya di Madrasah Amiril Islam Bone di bawah bimbingan Syekh Abdul Jawad Mahmud.

Pada tahun 1950, karena ancaman akan diculik oleh Gerombolan DI/TII bersama Gurutta KH. Ambo Dalle, beliau lalu hijrah ke Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dibantu oleh Andi Muharram kakak dari Jenderal Andi Muhammad Yusuf (Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) sekaligus Panglima ABRI (Pangab) periode 1978–1983 dan Eks Ketua BPK RI). Disanalah beliau membangun pendidikan Islam dari keterbatasan, mendirikan Yayasan At-Taqwa Maumere, membina petani dan nelayan, serta menanamkan Islam yang damai dan penuh toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

Buku biografi ini penting ditulis agar generasi hari ini dan masa depan tidak kehilangan jejak para ulama pejuang yang bekerja dalam diam, namun meninggalkan pengaruh besar bagi umat dan masyarakat.

Ini bukan hanya tentang mengenang seorang tokoh, tetapi merawat warisan ilmu, keteladanan, dan pengabdian agar terus hidup lintas generasi.

“Menanam Cahaya di Timur Nusantara” adalah kisah tentang ketulusan, perjuangan, pendidikan, dan cinta kepada umat dari seorang ulama Bugis Pelita NTT.

———-
Semoga buku ini segera terbit dan menjadi cahaya untuk generasi saat ini. Mohon doanya
ALFATIHAH

AKBAR HADI
Ketua Yayasan Arus Cahaya Indonesia

Disalin dari fb @AkbarHadi selengkapnya klik disini

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan